Sabtu, 01 Juni 2013

Global Warming or Gombal Warning!?

artikel lingkungan hidup
 on Artikel Lingkungan Hidup | Pustaka Sekolah
artikel lingkungan hidup image



Yassin


Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di sebuah media nasional menyebut, ancaman yang ditimbulkan dari pemanasan global ini lebih berbahaya daripada terorisme.
Pengaruh global warming seharusnya menjadikan kita âkhususnya umat Islamâsebagai global warning (peringatan global): apa sesunguhnya yang sedang terjadi dalam kehidupan dan bumi kita? Dan, mengapa tiba-tiba alam dan seisinya ini semakin âmarahâ atau tak ramah lagi?
Baru-baru ini majalah TIME merilis 51 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah adanya global warming. Artikel berjudul âThe Global Warming Survival Guideâ ini di antaranya memberikan beberapa jurus agar bumi yang kita pijak dan kita diami ini masih terus ramah terhadap kita.
Jika diringkas, kesimpulan â51 jurusâ dari TIME adalah: Pertama, berhemat menggunakan listrik, biasakan menggunakan kendaraan ramah lingkungan (misalnya sepeda).
Kedua, hidup hemat dan tak lagi menggunakan pola konsumsi tinggi karena akan memicu aktivitas produksi dan pabrik lebih tinggi. Ketiga, tanamlah pohon di setiap tempat dan jangan sering-sering melakukan penebangan. Jangan buang sampah sembarangan, sebab itu akan melahirkan polusi.
Sedikit di antara kita yang paham bahwa pemakaian berlebih-lebihan CFC (Chloro Fluoro Carbon), yang nama populernya disebut freon alias AC, memicu percepatan bolongnya lapisan ozon. Jika sudah seperti itu, sinar ultra violet akan menerabas masuk atmosfer dan menyebabkan terjadinya radiasi. Saat itulah banyak penyakit akan menyerang manusia, termasuk kanker.
Jika berlebih-lebihan menggunakan listrik akan makin banyak minyak bumi dibakar. Saat itulah bumi semakin panas. Penghematan adalah cara melindungi bumi, dan alam kita akan berjalan secara baik dan aman.
Adalah mengagetkan, dalam sebuah penelitian terbaru National Aeronautics and Space Administrations (NASA) Amerika menyatakan bahwa dua wilayah di dunia, yaitu hutan tropis Amazon (Amerika Latin) dan wilayah kepulauan tropis Indonesia, merupakan dua wilayah di muka bumi yang mampu menyerap gas karbon dioksida paling besar. Pertahunnya, dua wilayah tersebut mampu menyerap sekitar 2.5 kilogram gas karbon per meter kubik.
Karbon yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan biota laut di kedua wilayah itu dikonversikan menjadi oksigen guna menunjang kehidupan makhluk di planet Bumi. Dengan kata lain, dua wilayah ini âAmazon dan Indonesiaâ adalah âParu-paru Duniaâ. Bayangkanlah, jika paru-paru ini rusak. Apa yang terjadi?
Dengan kata lain, jika dunia ini adalah tubuh manusia, maka Indonesia adalah âparu-parunyaâ. Wajar saja jika ada penyataan, âSemua kehidupan dan makhluk hidup di Bumi berutang kepada Indonesia.â
Masalahnya, âparu-paruâ ini telah lama dirusak oleh tangan-tangan jahil kita sendiri. Penebangan liar, pembuangan sampah sembarangan, adalah cara lain melakukan bunuh-diri. Yang lebih menyedihkan, di antara mereka adalah umat Islam juga. Pantaslah jika musibah alam di tempat kita sering terjadi.



Answer
Maafkan umat kristen ku yang telah salah, dan hingga tersesat..
Maafkan aku yang telah menyesatkan mereka..

Ampunnnnnnnnnnn.............. seribu ampun.......

INFORMASI TEMAN-TEMAN?







Kami sebagai pendiri Jurnal Ilmu Hukum âNo Siracussaâ, mengajak siapapun yang tertarik memberikan artikel opini atau hasil penelitian terkait dengan ilmu hukum untuk mempublikasikannya dalam jurnal ini. Jurnal Ilmu Hukum âNo Siracussaâ akan memulai edisi perdananya pada bulan Agustus 2011 dan akan terbit secara berkala setahun tiga kali.
Adapun pedoman penulisan naskah dalam Jurnal Ilmu Hukum âNo Siracussaâ:
1.Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media cetak atau media elektronik lainnya.
2.Naskah dapat berupa gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian teori, atau aplikasi teori.
3.Naskah wajib ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4.Naskah diketik dengan format huruf Calibri ukuran 11 dan spasi satu atau single.
5.Naskah berjumlah 10 hingga 25 halaman dalam ukuran A4 dengan margin atas 3cm, bawah 2 cm, kiri 2,5 cm, dan kanan 1,5 cm.
6.Naskah diserahkan berupa format .doc/.docx atau word 2003/2007 dan dapat dikirimkan ke a_los_tesalonicenses@yahoo.com dengan subjek Jurnal.
7.Sistematika naskah yang berupa artikel gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori atau opini adalah:
a.Judul (dalam bahasa Indonesia) tidak lebih dari 12 kata.
b.Nama Penulis (tanpa gelar)
c.Abstrak (dalam bahasa Indonesia) maksimal 200 kata dan terdiri dari maksimal empat kata kunci.
d.Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah
e.Pembahasan berisi analisis permasalahan
f.Penutup berisi kesimpulan dan saran
g.Bibliografi

Sedangkan sistematika untuk naskah hasil penelitian ilmu hukum adalah:
a.Judul (dalam bahasa Indonesia) tidak lebih dari 12 kata.
b.Nama Penulis (tanpa gelar)
c.Abstrak (dalam bahasa Indonesia) maksimal 200 kata dan terdiri dari maksimal empat kata kunci.
d.Pendahuluan berisi latar belakang, permasalahan, tinjauan pustaka, tujuan penelitian, dan metode penelitian
e.Hasil dan pembahasan penelitian
f.Penutup berisi kesimpulan dan saran
g.Bibliografi
8.Setiap kutipan harus menyertakan sumbernya yang ditulis dengan cara:
a.catatan kaki
1.Dari 1 penulis
Tomy M Saragih. 2011. Pemahaman Teori Dalam Ilmu Hukum. 959 Publishing. Depok. Hal 77. Tidak menerima sistem end note.
2.Dari 2 penulis atau lebih
Andi Fahmi Lubis, et. all. 2009. Hukum Persaingan Usaha Antara Teks dan Konteks. KPPU RI. Jakarta. Hal 22.
3.Dari kamus
Tim Reality. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Reality Publisher. Surabaya. Hal 11.
4.Skripsi, Tesis atau Disertasi
Abdul Rokhim. 2010. Tanggung Jawab Negara Terhadap Korban Kerusakan Lingkungan Hidup (Kasus Semburan Lumpur Panas di Sekitar Area Eksplorasi P.T Lapindo Brantas di Sidoarjo Jawa Timur). Disertasi Progam Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang. Hal 12.
5.Dari ranah daring
Aru Armando. âPeraturan Komisi, Sebuah Produk State Auxilliary Agenciesâ. Http://www.hukumonline.com. Diakses tanggal 24 Desember 2009.
6.Dari Jurnal
Asâad Djalali dan Musaheri. The Relation Of Religiusitas, Harmonious Of Family With Behavior Of Delinkuen. Dalam Jurnal Fenomena Psikologi Volume VI Nomer 02 November 2010. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hal 13.
7.Tidak menerima op.cit atau loc. cit.
8.Dapat menggunakan ibid (dicetak huruf miring)
b.Bibliografi
1.Dari 1 penulis
Eddi Rinaldy. 2000. Kamus Istilah Perdagangan Internasional. RajaGrafindo Persada. Jakarta.
2.Dari 2 penulis atau lebih
Andi Fahmi Lubis, et. all. 2009. Hukum Persaingan Usaha Antara Teks dan Konteks. KPPU RI. Jakarta.
3.Dari kamus
Tim Reality. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Reality Publisher. Surabaya.
4.Skripsi, Tesis atau Disertasi
Abdul Rokhim. 2010. Tanggung Jawab Negara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar